color: #FF0000; Nurdin Furry

Selasa, 27 September 2011

Arsitektur Client Side dan Server Side

Arsitektur ??? Apa yang ada di benak kita ketika mendengar kata ‘arsitektur’. Mungkin sebuah rancangan, misalnya saja rancangan sebuah rumah atau mungkin sebuah bangunan. Tapi, ternyata pengertian arsitektur tidak hanya itu saja, tapi lebih luas dari itu dan arsitektur bukan hanya sebuah rancang bangun rumah atau rancangan bangunan lainnya. Arsitektur dapat berupa arsitektur sebuah komputer. Jadi, apa pengertian dari arsitektur sebenarnya ?...
Dari beberapa sumber yang sudah saya baca, pada intinya sih dilihat dari kamus istilah, arsitektur itu sebuah struktur desain atau rancangan yang dipunyai oleh seperangkat komputer beserta komponen-komponen dari komputer tersebut. Dalam sebuah arsitektur, ada tiga (3) elemen utama yang hendaknya kita ketahui, elemen-elemen tersebut yaitu :

1. Arsitektur sistem pemrosesan
Arsitektur sistem pemrosesan ini berfungsi untuk menentukan standar teknis sebuah hardware (perangkat keras) , lingkungan sistem operasi dan software (perangkat lunak) aplikasi.

2. Arsitektur telekomunikasi dan jaringan
Arsitektur kedua ini berfungsi untuk menentukan hubungan antara fasilitas komunikasi perusahaan, yang meliputi informasi bergerak dalam suatu organisasi dan ke pengguna dari organisasi yang lainnya, hal tersebut tergantung pada standar yang berlaku.

3. Arsitektur data

Arsitektur ini merupakan arsitektur yang paling rumit dan termasuk yang relatif sulit untuk diimplementasikan di antara kedua arsitektur lainnya di atas. Selain itu, arsitektur data juga dapat membantu menentukan organisasi data yang memiliki tujuan untuk crossing reference (referensi silang) dan penyesuaian ulang, serta untuk membantu menciptakan sumber informasi yang berguna, berkualita dan dapat diakses oleh aplikasi bisnis dalam lingkup jaringan yang luas.

Menurut Wikipedia, sebuah paradigma baru muncul dalam bidang pemrosesan data yang disebabkan oleh kemajuan teknologi yang semakin berkembang cepat dan pesat saat ini. Paradigma baru di mana sejumlah mini komputer, workstation atau personal komputer menangani semua proses yang didistribusikan atau disalurkan secara fisik melalui jalur jaringan komunikasi. Paradigma tersebut lebih dikenal dengan paradigma Distributed Processing.
Salah satu bentuk dari paradigma distributed processing adalah arsitektur client-server. Arsitektur client-server merupakan sebuah paradigma yang mengacu pada bagaimana cara untuk menyalurkan aplikasi ke dalam dua sisi, yaitu sisi klien dan sisi server. Sisi klien adalah sisi pemohon layanan kepada sisi server dan sisi server adalah sisi yang menyediakan layanan untuk user (pengguna). Komponen pada sisi klien sering disebut sebagai front-end, sementara komponen di sisi server disebut sebagai back-end.

ARSITEKTUR SISI KLIEN (CLIENT SIDE)

Ada beberapa karakteristik dari sisi klien pada umunya sudah kita ketahui, yaitu :
1. Pihak klien selalu memulai permintaan/permohonan ke pihak server
2. Setelah mengirim permintaan, kemudian klien akan menunggu balasan atau jawaban atas permintaannya dari server
3. Menerima balasan dari server atas permintaannya
4. Biasanya klien akan terhubung ke sejumlah kecil dari server pada satu waktu
5. Biasanya berinteraksi langsung dengan end-user (pengguna akhir) dengan menggunakan user interface (antarmuka pengguna)
6. Khusus jenis klien mencakup web browser, email klien dan online chat klien


ARSITEKTUR SISI SERVER (SERVER SIDE)

Sama dengan sisi klien (client side), sisi server (side server) juga memiliki karakteristik seperti di bawah ini :
1. Sebagai penyedia layanan, sisi server akan selalu menunggu permintaan dari sisi klien
2. Sesuai dengan tugasnya, melayani dan menjawab permintaan data yang diminta oleh klien
3. Sebuah server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan klien
4. Jenis server khusus mencakup web server, FTP server, database server, email server, file server, print server. Mayoritas dari web layanan tersebut juga merupakan jenis server.


KOLABORASI ARSITEKTUR SISI KLIEN DAN SERVER

Ada beberapa model arsitektur klien-server ini yang umum, yaitu :
1. Arsitektur mainframe
2. Arsitektur file-sharing
3. Arsitektur client/server

Arsitektur client server dapat dibedakan menjadi 3 model, yaitu single-tier (satu lapis), two-tier (dua lapis) dan three-tier (3 lapis).
Berikut penjeLasan dari ketiga modeL arsiTektur cLient server tersebut di atas :


Arsitektur Single-tier (Satu Lapis)
Semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama pada arsitektur single tier ini. Model single tier adalah model yang sederhana, mudah digunakan pengguna (user) dan paling sedikit memiliki alternatif. Kelemahan dari arsitektur ini adaLah kurang aman dan kurang memiliki skalabilitas.



Arsitektur Two-tier (DUa Lapis)
Pengolahan informasi pada arsitektur ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu sistem user interface (antarmuka pengguna) lingkungan dan lingkungan server manajemen database. Arsitektur two tier memiliki tingkat kemanan yang lebih tinggi dan terukur daripada arsitektur single-tier. Arsitektur ini memiliki database pada computer yang terpisah dan hal tersebut menyebabkan arsitektur ini dapat meningkatkan kinerja keseluruhan situs.
Arsitektur two- tier memiLiki keLemahan, yaitu biayanya yang mahal, arsitekturnya yang kompleks, tidak adanya pembaruan kode, skalabilitasnya kurang dan tingkat kemanannya kurang.
Di samping itu, kelebihan dari arsitektur two tier adalah mudah digunakan oleh pengguna, dapat menangani database server secara khusus dan bisnis lingkup kecil sangat cocok menggunakan arsitektur ini.



Arsitektur Three-tier (tiga Lapis)
Karena arsitektur sebelumnya memiliki cukup banyak kelemahan, maka dikembangkanlah arsitektur three tier ini yang akan membantu mengatasi kelemahan dari arsitektur two-tier. Arsitektur three-tier memiliki 3 lapisan.
Kelebihan dari arsitektur ini adalah memiliki skala yang besar, transfer informasi antara web server dan server database optimal, tidak akan menyebabkan lapisan lain terkontaminasi salah jika salah satu lapisan terdapat keslahan. Dan kekurangannya, arsitektur ini lebih sulit untuk merancang, lebih sulit untuk mengatur dan lebih mahal.

Sumber :

http://dymiluph-myblog.blogspot.com/2010/11/arsitektur-dan-service-pada-telematika.html

Trend / arah Perkembangan telematika

Perkembangan Telematika sekarang juga makin terus berkembang. Tekhnologi semakin canggih dan penggunanya juga semakin ahli dalam memanfaatkan perkembangan yang terjadi. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi. Antarmuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooApps Live semua berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunannya.
Pada akhirnya, era robotik akan segera muncul. Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industri kecil dan menengah, termasuk di tanah air. Jadi, dengan adanya teknologi manusia akan terus berkembang sehingga akan ada harapan-harapan tentang masa depan yang lebih baik

Sumber :
1. http://www.total.or.id/info.php?kk=Telematika
2. http://e-majalah.com/0508sucipto.html
3. http://code86.wordpress.com/2009/10/09/definisi-telematika-perkembangan-telematika-dan-trend-ke-depan-telematika/

4. http://jemeinulle.blogspot.com/2010/10/definisi-telematika-di-dalam-bahasa.html

5. http://welcometoadventure.blogspot.com/2010/10/definisi-perkembangan-dan-tren-ke-depan.html

PROGRESS TELEMATIKA

Di Indonesia perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan perkembangannya di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan belangsung pada akhir tahun 1970-an sampai akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan rentang waktunya pada tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi dimulai tahun 2000.



1. Periode Rintisan

Periode Rintisan di Indonesia terhadap Timor Portugis, peristiwa Malari, Pemilu tahun 1977, pengaruh Revolusi Iran, dan ekonomi yang baru ditata pada awal pemerintahan Orde Baru, melahirkan akhir tahun 1970-an penuh dengan pembicaraan politik serta himpitan ekonomi. Sementara itu sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 oleh warga Prancis. Mulai tahun 1970-an inilah Toffler menyebutnya sebagai zaman informasi. Namun demikian, perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia tidak cukup meningkatkan perkembangan telematika. Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikan pun jauh dari harapan. Walaupun demikian, dalam waktu satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia mulai dilakukan. Jaringan telepon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas. Kemampuan ini dilatar belakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984. Penggunaan teknologi telematika oleh masyarakat Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat oleh Johny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat “pesan” berbasis “unix”, “ethernet”, pada tahun 1983 bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat.



2. Periode pengenalan

Periode Pengenalan berawal pada tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. Hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan pada tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet. Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televisi swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996. Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998. Masa krisis ekonomi ternyata menggairahkan telematika di Indonesia. Sementara itu, kapasitas hardware mengalami peningkatan, ragam teknologi software terus menghasilkan yang baru, dan juga dilanjutkan mulai bergairahnya usaha pelayanan komunikasi (wartel), rental computer, dan warnet (warung internet). Kebutuhan informasi yang cepat dan tanggap dalam menyongsong tahun 2000.



3. periode Aplikasi

Periode Aplikasi Reformasi pada tahun 2000 banyak disalah artikan, gejala yang serba bebas, seakan tanpa aturan. Pembajakan software, Hp illegal, perkembangan teknologi computer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat dengan mudah diperoleh, bahkan dipinggir jalan atau kios-kios kecil. Tentunya, dengan harga murah. Keterjangkauan secara financial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era millenium ini, bukan hanya mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, akan tetapi juga mulai dilaksanakan dan diaplikasikan. Di pihak lain, semuanya itu dapat berlangsung lancar dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang. Awal era millenium pemerintah Indonesia serius menaggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Dalam bidang yang sama, khususnya terkait dengan pengaturan dan pelaksanaan mengenai bidang usaha yang bergerak di sector telematika, diatur oleh Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.

Teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Muatannya yang mencapai 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televisi, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu internet dapat diakses dengan mudah dan gratis. Terkait dengan hal tersebut, Depkominfo mencatat bahwa sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat kepemilikan komputer pada masyarakat juga mengalami pertumbuhan sangat signifikan, mencapai 38.5 persen. Sedangkan angka pengguna Internet mencapai jumlah 2 juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008 ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 2,5 juta.



Sumber : http://www.scribd.com/doc/9966434/perkembangan-Telematika-Di-Indonesia

DEFINISI TELEMATIKA

Telekomunikasi mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. ‘Telekomunikasi’ mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.

Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L’informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Prancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika.

Telematika menunjukkan pada hakikat cyberspace sebagai suatu system elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media, dan informatika. Istilah telemtika merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media, dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Telemtika adalah saran komunikasi jarak jauh melalui media elektromagnetik yang memiliki kemampuannya menstransmisikan sejumlah besar informasi dalam sekejap, dengan jangkauan seluruh dunia, dan dalam berbagai cara, yaitu dengan perantaraan suara (telepon, musik), huruf, gambar, dan data atau kombonasi-kombinasinya. Teknologi digital memungkinkan hal itu tersebut terjadi juga jasa telematika ada yang diselenggarakan untuk umum (online, internet), dan ada pula untuk keperluan kelompok tertentu atau dinas khusus (intranet).

Maka dapat disimpulkan telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh yang menyampikan informasi satu arah, maupun timbal balik dengan sistem digital.

Telematika secara istilah adalah untuk mendefinisikan Telekomunikasi melalui media informatika. Berdasarkan definisi di atas telematika sebenarnya mencakup dua teknik yaitu: telekomunikasi dan informatika. Karena kekhususan penelitian dalam bidang penelitian seperti: Digital signal processing, Network programming, Managemen Telekomunikasi: Routing, security, dll. Sentral telepon, router, switch, VoIP dll. Interoperabilitas: pensinyalan, operating system dan data base. Fiber optics, Network performance and Qos. Pengembangan software, dll.

Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau {the Net}. Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.

Sumber : http://veblue.blogspot.com/2010/09/definisi-telematika.html

Telematika.web.id

http://welcometoadventure.blogspot.com/2010/10/definisi-perkembangan-dan-tren-ke-depan.html

http://nur87rochman.wordpress.com/2009/11/20/sejarah-dan-pengertian-telematika/

Senin, 09 Mei 2011

Bunda

kata mereka diriku selalu di manja...
kata mereka diriku selalu di timang....
jiwaraga dan seluruh hidup rela dia berikan...

inilah sepenggal lyric lagu yang di populerkan oleh group band potret yang di naungi oleh melly goeslaw. sangat menyentuh hati sekali buat orang yang mendengarkan dengan penuh perasaan. "bunda" itulah sebutan anak kecil yang sedang memanggil seorang ibu nya. ibu tak pernah terbalas jasa mu hingga akhir hayat nya. setelah mengandung selama 9 bulan dengan susah nya ia menggendong seorang anak yang belum di lahirkan nya dan selama itu pula ia merawat bayi yang dikandung nya dengan susah payah, untuk berjalan pun berat rasanya. kita tidak pernah menyadari arti seorang ibu dan kita tidak pernah merasakan apa yang ia rasakan ketika sedang mengandung seorang anak yang selalu dia bawa kemana-mana di dalam perutnya. dan ketika seorang anak itu lahir, selalu ia jaga peri kecil nya itu hingga suatu saat munculah sosok seorang anak yang gagah/cantik yang dulunya selalu di bawa kemana-mana di dalam perutnya. ketika seorang anak bertumbuh dewasa dan sudah mengenal lingkungan di sekitarnya ia sudah tidak memperdulikan lagi apa yang dikatakan oleh seorang sosok wanita tua yang berjalan kian membungkuk, ia adalah "bunda" yang telah melahirkan seorang anak hingga sebesar ini. ia tidak meminta balas jasa yang telah ia lakukan kepada seorang anak, yang ia inginkan hanyalah menjadikan peri kecil nya itu menjadi seorang yang berguna demi bangsa dan negara.


sayangilah seorang ibu dengan segenap jiwa dan raga, ketika seorang ibu sudah tidak ada lagi berada di sampingmu, kita akan merasakan kehilangan seorang pahlawan yang tiada tandingan nya di dunia ini.

love u mom..u always in my heart...

Senin, 04 April 2011

Danau Sunter Jadi Tempat Favorit Ngabuburit

Untuk menyambut datangnya waktu berbuka puasa atau yang sering disebut ngabuburit, banyak cara yang dilakukan warga Jakarta. Salah satunya dengan mendatangi sejumlah lokasi yang dipandang nyaman. Lokasi tersebut bisa berupa taman, pusat perbelanjaan, atau pusat jajanan takjil. Namun tak sedikit warga yang memanfaatkan area lain seperti danau untuk memancing.

Hal inilah yang kerap dilakukan warga Sunter, Tanjungpriok, Jakarta Utara untuk ngabuburit. Lokasi dan kenyamanan tempatpun menjadi salah satu alasan utama bagi mereka yang tengah menunggu waktu berbuka puasa di Danau Sunter, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. "Tempatnya adem dan banyak angin," begitulah alasan Purnomo (31) pengunjung Danau Sunter saat ditemui beritajakarta.com, Selasa, (9/9).

Menurut warga Jl Kedongdong, RT 05/02, Kelurahan Sunter Jaya, setiap Ramadhan tiba tempat yang menjadi favorit untuk ngabuburit tidak lain adalah datang ke danau. Pasalnya, selain, bisa menyalurkan bakat memancing, bapak satu anak itu mengaku tidak perlu mengeluarkan banyak uang. "Selain tempatnya gratis, lokasinya juga deket dari rumah jadi tidak perlu banyak mengeluarkan uang," tutur Purnomo.

Dia menambahkan, tidak hanya warga sekitar danau yang datang ke lokasi ini untuk ngabuburit. Akan tetapi banyak juga warga dari luar Kelurahan Sunterjaya, bahkan dari luar wilayah Jakarta Utara pun banyak yang berdatangan. "Biasanya pengunjung akan lebih banyak jika sudah memasuki pukul 15.00 WIB atau setelah waktu shalat Ashar," terangnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Afriyadi (28). Menurutnya, daripada bengong di rumah mendingan menghabiskan waktu untuk mancing di danau. "Lumayan, iseng-iseng sekalian nunggu waktu berbuka puasa," tuturnya dengan nada polos. Menurut lelaki yang mengaku belum memiliki profesi alias masih pengangguran ini, sengaja datang ke Danau sunter dari rumahnya di Kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat hanya ingin menghabiskan waktu.

Sementara itu, Edi Jubaidi, Pengelola Danau Sunter mengakui bahwa jumlah pengunjung terlihat meningkat tajam di saat bulan puasa. "Memang benar, biasanya saat bulan puasa datang banyak pengunjung yang datang ke sini," tutur Edi seraya menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan melarang kepada warga yang berkunjung ke danau asal mereka (Pengunjung-red) mau menjaga kebersihan. "Di sini tidak ada larangan bagi warga yang berkunjung, apalagi kan ini tempat umum, tetapi yang terpenting kita sama-sama menjaga kebersihan lingkungan," tegasnya.

Dia menjelaskan, kedatangan para warga ke danau kebanyakan hanya untuk berteduh dan istirahat, apalagi, kawasan danau Sunter yang memiliki banyak pohon-pohon besar sehingga cukup nyaman untuk beristirahat melepaskan lelah dari perjalanan. "Kebanyakan mereka pada mancing ikan, padahal komoditas ikan di sini tidak terlalu banyak tetapi untuk iseng-iseng ya lumayan juga," tukasnya dengan santai.

Kamis, 31 Maret 2011

OPINI SAYA TENTANG PERGAULAN BEBAS

Menurut saya pgaulan bebas jaman sekarang sudah melampaui batas.Sekarang yg sudah melakukan pergaulan bebas bukan hanya tingkatan tingkatan mahasiswa atau mahasiswi.Tetapi jaman sekarang anak tingkat sekolah menengah sudah banyak yg melakukan pergaulan bebas,seperti tingkatan SMA dan SMP yang sudah berani melakukan sex bebas.Dan jaman sekarang banyak manusia yang menyukai sesama jenis,seperti Gay dan Lesbian.ini terbentuk dari faktor lingkungan dan pergaulan.Sex bebas banyak menimbulkan penyakit seperti HIV / AIDS.Karena belum adanya pendidikan tentang sex bebas,ada yang bahkan ada anak yang masih belum cukup umur sudsh hamil di luar nikah dan menikah di usia dini.

Dilingkungan sekolah masih tabuh mendengar pendidikan sex bebas,padahal pendidikan sex bebas itu perlu untuk menambah wawasan seseorang siswa untuk dapat mengambil keputusan dalam bergaul.Dan yang paling penting itu pendidikan orang tua dan pendidikan agam,dan bahkan penyuluhan tersebut sangat kurang untuk menambah wawasan terhadap akibat sex bebas.Kadang,saat adanya penyuluhan tentang sex bebas,hanya anggota osis saja yang hanya di beri tahu,dan bukan seluruh siswa,padahal pendidikan sex dini itu penting.Untuk itu perlu adanya pendidikan sex sejak didin setiap tahunnya d lingkungan sekolah yang paling dini untuk mengatasinya akibat dari sexs bebas.